Friday, January 12, 2018

Ada Sekolah di Cianjur berlantai tanah dan berdinding bambu



Cianjur - dilansir Liputan6. Comel Puluhan siswa sekolah dasar kelas jauh di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpaksa belajar di ruang kelas layaknya kandang ayam karena sekolah induk yang jauh dari perkampungan.
Kondisi tersebut dialami sejak beberapa tahun yang lalu. Pasalnya, pihak sekolah tidak memiliki biaya untuk membangun gedung sekolah permanen.
Sebagian besar siswa merupakan warga Kampung Taritih, Desa Melati itu, harus menjalani proses belajar mengajar di ruang kelas berlantai tanah merah dan berdinding bambu.
Kepala Desa Melati, Ceceng Rusmawan mengatakan, bangunan kelas jauh tersebut hasil swadaya dari 200 kepala keluarga di wilayah tersebut. Namun, partisipasi warga baru mampu membuat tempat belajar atau ruang kelas untuk 21 siswa kelas 1.

"Kami ingin membantu membangun sarana yang layak untuk kelas jauh, tetapi terbentur dengan aturan yang ada kalau mengunakan dana desa," ucap Ceceng, Rabu, 10 Januari 2018, dilansir Antara.
Ia pun berharap dinas terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, dapat membangun kelas permanen untuk keberlangsungan sekolah
Selama ini, menurut Ceceng, puluhan siswa sekolah harus berjalan kaki hingga delapan kilometer untuk sampai ke sekolah yang belum layak disebut sebagai ruang kelas itu. Meskipun banyak kendala, minat bersekolah siswa dan orangtua di wilayah tersebut cukup tinggi.

"Orangtua mendukung anak mereka untuk tetap bersekolah, meskipun lokasinya jauh dengan gedung tidak layak disebut kelas," katanya.
Bahkan, setiap tahun, jumlah siswa kelas jauh SDN Datar Muncang, terus bertambah dan sudah layak mendapat kelas yang layak seperti di wilayah lain," katanya.
Sementara itu, Anita (9) seorang siswi SDN Datar Muncang, mengatakan untuk sampai ke sekolah induk, dia dan puluhan teman sekampungnya harus berjalan kaki hingga belasan kilometer. Sedangkan kondisi jalan yang rusak belum tersentuh pembangunan.
Dia berharap kelas jauh segera dibangun menjadi sekolah tetap, agar mereka tidak perlu lagi berjalan kaki hingga belasan kilometer untuk sampai ke sekolah induk setiap harinya.
"Kami berharap punya sekolah sendiri, biar kami tidak jauh ke sekolah karena kelas jauh hanya untuk kelas satu," katanya.
Hal senada terucap dari orangtua siswa, Empong (40). Ia setiap hari harus mengantarkan anaknya ke sekolah mengunakan sepeda motor dengan kondisi jalan layaknya kubangan ketika hujan dan berdebu ketika musim kemarau.
Ia pun berharap sekolah permanen dibangun untuk kelas 1 sampai kelas 6. Terutama, para siswa tidak perlu lagi ke sekolah induk yang jaraknya sangat jauh.
"Setiap tahun ada puluhan anak kelas satu yang masuk dan kelas lanjutan ke sekolah induk," ujarnya.

Sumber liputan 6.com

Friday, January 5, 2018

kab.Cianjur Termasuk Daerah Teraman di Jawa Barat


Dilansir Pikiran Rakyat CIANJUR, (PR).- Kepolisian Resor Cianjur berhasil menduduki peringkat kelima dalam upaya penurunan angka kriminalitas se-Jawa Barat. Pencapaian tersebut diperoleh berkat banyaknya pengungkapan kasus dan minimnya tindakan kriminal sepanjang 2017.

Prestasi tersebut, membuat Kabupaten Cianjur diklaim menjadi salah satu wilayah teraman di antara 26 Polres se-Jawa Barat. Kapolres Cianjur, Soliyah menjelaskan, pihak Polda Jabar juga menyebut tindak pidana di Cianjur secara umum dinilai menurun.
”Hal itu dikarenakan, jajaran kepolisian sudah melaksanakan operasi untuk menekan angka kriminalitas,” kata Soliyah kepada awak media.
Keberhasilan tersebut diakui Soliyah diharapkan dapat terjadi secara berkelanjutan. Besar harapan agar Cianjur tetap berada dalam situasi yang kondusif. Jika melihat data, Jumlah Tindak Pidana (JTP) 2017 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Angka tindak kriminal

Tercatat sebanyak 986 kasus dengan 414 Jumlah Penyelesaian Tindak Pidana (JPTP). Jumlah kasus tersebut menurun dibandingkan dengan tahun 2016, dimana terjadi 1362 tindak pidana dengan total 592 JPTP. Tindakan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) baik roda dua dan roda empat masih mendominasi kriminalitas di Cianjur.
”Pada 2017, terdapat 310 kasus curanmor roda dua dan 34 kasus curanmor roda empat. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan tahun 2016,  yakni curanmor roda dua sebanyak 363 kasus dan roda empat mencapai 41 kasus,” ujar Kasatreksrim Polres Cianjur Benny Cahyadi.
Ia mengatakan, kriminalitas lain yang masih cukup tinggi adalah tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Di tahun 2017 terjadi hingga 229 kasus, menurun dibandingkan curat pada 2016 lalu yang terjadi sebanyak 247 kasus.

Kasus menonjol

Lebih lanjut dikatakan, menurunnya angka kriminalitas di Cianjur juga meninggalkan sejumlah perkara yang mencuri perhatian khalayak. Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat sejumlah tindak pidana yang menonjol pada kurun waktu 2016-2017.
”Ada sembilan kasus yang menonjol dan menjadi perhatian masyarakat. Beberapanya bahkan sempat melibatkan pihak kepolisian kota/kabupaten lain, karena keterlibatan sejumlah pelaku di dua daerah,” ucapnya.
Benny mengungkapkan, sembilan kasus tersebut terdiri dari pembunuhan sebanyak enam kasus. Pembunuhan satu keluarga dan seorang remaja di wilayah yang berbeda menjadi yang paling menarik perhatian publik.
Kasus lainnya adalah vandalisme yang berujung pada terjadinya kebakaran di kawasan Mande, Cianjur. Selain itu, kasus menonjol lainnya yakni pengeroyokan di kawasan Warungkondang.
Sementara satu kasus lain yang mencuri perhatian adalah, ditangkapnya sepuluh orang tersangka yang terlibat dalam komplotan perakit senjata api ilegal. Penangkapan pada Agustus 2017 lalu itu menghebohkan publik, karena tindakan tersebut dilakukan oleh tujuh orang Sukabumi dan tiga orang Cianjur yang sudah memproduksi  senpi selama dua tahun terakhir.
”Kami bersyukur karena setiap pengungkapan kasus yang terjadi di wilayah hukum Polres Cianjur, dapat dilakukan kurang dari sepekan. Semua berkat kerjasama seluruh satuan dan fungsi yang ada di lingkungan Polres Cianjur,” kata dia.

Upaya lain

Tidak berhenti di sana, Polres Cianjur juga akan terus menggencarkan upaya preventif dan represif untuk menekan terjadinya tindakan kriminal. Benny mengatakan, patroli skala besar menjadi rutinitas yang melibatkan berbagai satuan, di antaranya Sabhara, Lantas, dan juga Reskrim di lokasi-lokasi kriminal.
”Sementara tindakan represif, berusaha kami realisasikan dengan bereaksi cepat untuk menindak laporan. Selain itu juga, jajaran kami berusaha bergerak cepat untuk menindak setiap tindakan criminal,” ucap Benny.
Upaya yang berhasil dilakukan sepanjang 2017 tersebut, diharapkan dapat terus berjalan optimal di waktu mendatang. Oleh karena itu, Benny mengimbau agar masyarakat pro aktif terhadap indikasi tindak pidana di lingkungan sekitar. Jangan ragu untuk memberikan informasi adanya keributan.
”Masyarakat harus berani memberikan informasi. Tidak hanya itu, masyarakat juga harus berani untuk terlibat dalam upaya melarang dan mencegah terjadinya kriminalitas,” katanya.***

Sumber :: http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/

Tuesday, January 3, 2017

Inilah 6 Negara Pembuat Smartphone Terbaik di Dunia



Perangkat mobile terus berkembang, baik dari segi desain, spesifikasi, dan fitur-fiturnya. Alhasil pasar kini dipenuhi beragam merek dan ratusan jenis smartphone. Membuat kita semakin sulit memilih smartphone baru, meskipun keragaman ini sebenarnya hal yang benar-benar baik.
Persaingan yang ketat, membuat para vendor berlomba-lomba menghadirkan inovasi dan teknologi terbaik. Hampir setiap minggu, ada saja vendor yang merilis smartphone baru. Pernahkah kamu penasaran, apakah semudah itu membuat smartphone? Dan negara-negara pembuat smartphone itu dari mana saja? Dilansir dari Androidauthority, inilah 6 negara pembuat smartphone terbaik dan paling besar di dunia.

1.China

China jelas menjadi negara pembuat smartphone utama. Tenaga kerja dan bahan baku yang berlimpah dengan harga murah, membuat banyak proyek manufaktur outsourcing. Dari 17 bahan bumi yang langka, 16 di antaranya diperlukan untuk memproduksi smartphone. China menghasilkan 95 persen bahan bumi yang langka, sebagai perbandingan India hanya menghasilkan 2,5 persen dan Amerika Serikat hanya 13 persen. Jelas bukan, China menjadi negara pembuat smartphone terbaik. Ini buktinya: 10 Smartphone Android China Terbaik Agustus 2016.
Selain membuatkan smartphone untuk vendor terkemuka seperti Apple, China juga memiliki merek lokal yang telah mendunia. Sebut saja Huawei, Oppo, OnePlus, Xiaomi, Meizu, dan ZTE. Perusahaan China juga mencaplok beberapa vendor besar, seperti Lenovo membeli Motorola asal Amerika Serikat dan TCL membeli Alcatel dari Perancis. Oh ya, Samsung juga dua fasilitas produksinya ada di China meskipun mayoritas dari perangkat Samsung juga diproduksi di tempat lain.

2. Jepang

Mungkin sekarang China hampir punya segalanya, tapi jangan lupakan Jepang. Banyak teknologi mutakhir terlahir di Jepang. Meskipun banyak perusahaan elektronik di Jepang yang terkesan loyo, namun Jepang masih memiliki industri pengembangan teknologi dan manufaktur yang kuat. Produsen smartphone terbesar di Jepang saat ini adalah Sony, yang dikenal lewat lini Xperia-nya dan yang terbaru adalah Xperia X. Negeri Sakura ini pun jelas masih menjadi daftar negara pembuat smartphone terbaik.

3. Korea Selatan

 

Tahukah kamu, Korea Selatan pernah menjadi salah satu negara termiskin di dunia pada tahun 1960. Tapi sekarang, Korea Selatan merupakan salah satu negara terkaya. Bahkan, bank dunia baru-baru ini melaporkan bahwa Korea Selatan menempatkan diri di urutan 14 sebagai negara dengan ekonomi paling kuat di dunia. Negara yang terletak di Asia Timur ini, jelas menjadi negara pembuat smartphone terbaik yang mampu bersaing dengan China dan Jepang, terutama soal inovasi teknologi.
Jelas salah satu kuncinya adalah keberhasilan Samsung yang kini menjadi raja smartphone. Meskipun untuk produksi Samsung juga mulai mengandalkan manufaktur outsourcing, lebih dari 50 persen produksi smartphone Samsung berada di Vietnam. Sebagai perbandingan, produksi di kampung halamannya telah turun menjadi hanya 8 persen. Tak hanya Samsung, LG juga merupakan raksasa teknologi dan sejauh ini masih merupakan rival Samsung yang patut diperhatikan.

4. INDIA

Negara pembuat smartphone berikutnya adalah India. India sendiri adalah salah satu pasar smartphone terbesar, banyak vendor smartphone fokus jualan di Negeri Bollywood ini. Beberapa tahun lalu, pemerintah India pun mulai inisiatif menggalakkan program Made In India, kurang lebih seperti Tingkat Kandungan Dalam Negeri alias TKDN di Indonesia. Tujuannya adalah mendorong bisnis nasional dan internasional untuk memproduksi produk smartphone di India untuk meningkatkan perekonomian negara melalui investasi asing secara langsung.
Hal ini pun membuat para vendor smartphone mau tak mau harus membuka pabrik agar bisa menjual produk smartphone-nya. Beberapa vendor yang telah serius meliputi Xiaomi, Huawei, dan Lenovo/Motorola. Karena inisiatif ini, dipercaya bahwa India juga akan segera menjadi pusat kekuatan teknologi mobile dari belahan dunia timur, bahkan mungkin menyaingi China. Pada 2015 saja, India menerima investasi asing dengan jumlah yang mengejutkan yakni US$63 miliar.
Selain produsen China tersebut, banyak merek teknologi terkemuka telah mengalihkan produksinya di India. Sementara Samsung sendiri telah memiliki 3 pabrik di India sejak tahun 2006 dan pabrik ketiga dibuka pada tahun lalu. Baru-baru ini, LG juga telah mulai memproduksi beberapa persediaan di India, meskipun saat ini masih dalam jumlah yang sangat terbatas.



5. Taiwan

Taiwan juga merupakan salah satu pusat teknologi dari Asia, yang merupakan tempat kelahiran merek terkemuka seperti Acer, ASUS, dan HTC. Namun meskipun Zenfone umumnya telah diterima dengan baik di pasar, ASUS masih punya produksi dalam skala kecil.
Yang lebih mengejutkan bahwa produksi smartphone HTC kebanyakan hanya berada di Taiwan dan sejumlah kecil di India. Tapi, HTC tampaknya sedang sibuk menyiapkan dua perangkat Nexus Google berikutnya, yang bocorannya disebut "Marlin" dan "Sailfish". Oh ya, Nextbit Robin diproduksi di Taiwan loh.


6. Kanada

Betul, di sinilah tempat kelahiran BlackBerry yang terkenal dengan tingkat keamanan yang tinggi dalam smartphone-nya. Meskipun saat ini keadaan BlackBerry tidak sejaya dulu, tapi mereka masih berjuang. Baru-baru ini Blacberry meluncurkan smartphone Android kedua setelah Priv, yakni DTEK50.
Itulah negara-negara pembuat smartphone terbaik. Selain di 6 negara yang Jaka sebutkan di atas, tentunya masih banyak negara lain yang memproduksi smartphone tapi masih dalam skala yang lebih kecil. Tentunya, kita semua berharap program TKDN berjalan mulus. Sehingga nantinya Indonesia bisa menjadi salah satu negara produsen smartphone di dunia. Tapi karena TKDN, smartphone baru dengan jaringan 4G, baik itu flagship hingga low-end jadi susah masuk ke Indonesia. Jadi, apa pendapat kamu mengenai program TKDN?

 


 

Hacker Paling Berbahaya di Dunia (Psst.. Ada Hacker Indonesia Lho



Hacker, banyak di antara kita yang sudah sangat familiar dengan nama tersebut. Menurut Wikipedia, Peretas (atau dalam bahasa Inggris Hacker) adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, serta menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Di antara hacker tersebut ada yang paling berbahaya  berikut inilah 10 hacker paling berbahaya di dunia (psst.. ada hacker Indonesia lho!).

Latar Belakang

Sejarah peretas muncul di awal tahun 1960-an. Pada masa itu anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT) merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe. Awalnya, hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.
Pada 1983, konotasi hacker berubah menjadi negatif karena pada tahun tersebut FBI menangkap kelompok cyber crime bernama The 414s yang berbasis di AS, untuk pertama kalinya. Selanjutnya banyak orang yang mengaku hacker namun tidak bertanggung jawab sehingga para hacker asli menyebut mereka sebagai cracker. Hacker-hacker ini kemudian mengadakan pertemuan hacker tahunan terbesar di dunia yang dinamakan Def Con tiap pertengahan Juli di Las Vegas.

Jadi bisa disimpulkan:

  • Hacker (White Hat Hackers): peretas yang sebenarnya, memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik daripada yang telah dirancang bersama.
  • Cracker (Black Hat Hackers): peretas yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web (defacing), menyisipkan kode-kode virus, dan menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug) untuk menyusup serta merusak suatu sistem.

Sunday, January 1, 2017

Roket India Bawa Satelit Lapan A3 ke Antariksa



Satelit buatan Indonesia, Lapan A3, telah diluncurkan ke orbit dengan menumpang roket roket India, Polar Satellite Launch Vehicle (PSLV) C-34 dari fasilitas Satish Dhawan Space Centre, Andhra Pradesh, Sriharikota, India, Rabu 22 Juni 2016.
Roket India tersebut memecahkan rekor program dalam negeri, sebab (PSLV) C-34 membawa sekaligus 20 satelit untuk sekali peluncuran. Makanya peluncuran roket buatan Badan Riset Antariksa India (ISRO) itu dibilang istimewa sampai petinggi negeri India mengucapkan selamat atas kesuksesan peluncuran. Rekor roket ISRO sebelumnya, yaitu pada 2008, membawa 10 satelit untuk dikirimkan ke orbit rendah bumi.
Berikut fakta dari peluncuran roket ISRO PSLV C-34 yang dirangkum dari Finantial Express, India Times:
1. Roket India itu membawa satelit utama yaitu Cartosat-2. Disamping itu roket membawa 19 satelit lain di orbit. Total bobot semua satelit tersebut yaitu 1,288 kilogram.
2. Pencitraan satelit utama akan berguna untuk kartografi, pencitraan desa dan kota. Selain itu Cartosat-2 juga dimanfaatkan untuk pencitraan lahan pantai, pemantauan jaringan jalanan, distribusi air dan penciptaan peta lahan pantai.  
3. Roket PLSV C-34 juga membawa satelit buatan Terra Bella, anak perusahaan Google yaitu SkySat Gen2-1 atau SkaySat3. Ini merupakan pertama kalinya ISRO meluncurkan satelit buatan Google.
SkaySat3 merupakan satelit pencitraan bumi yang dirancang dan dibuat oleh Terra Bella. Satelit ini mampu mengambil pencitraan gambar dalam sub meter dan video definisi tinggi. Bobot satelit ini 110 kilogram.
4. Dari 19 satelit, di luar muatan utama, dua belas di antaranya merupakan satelit pencitraan bumi milik AS dan satu satelit dari entitas AS lainnya. Sisanya adalah dua satelit Kanada, satu satelit Jerman, dan satelit Lapan A3.
Dua satelit lainnya yaitu satelit akademik milik universitas India, Sathyabama University (Sathyabamasat) di Chennai dan College of Engineering (Swayam) di Pune.
5. Secara total roket PSLV telah menjalani 14 peluncuran dengan konfigurasi berbentuk ‘XL’ dan 36 peluncuran sejak kehadiran roket tersebut.

Baca: Detik-detik Satelit Lapan A3 Meluncur ke Orbit
Lapan A3
Satelit Lapan A3 merupakan satelit yang dibuat oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Satelit ini diposisikan untuk kepentingan pemantauan kondisi alam di Indonesia.
Misi yang diemban Lapan A3 yaitu misi penginderaan jauh eksperimental untuk memantau sumber daya pangan. Soal kemampuan satelit ini, Lapan mengatakan, bisa mengidentifikasi tutupan dan penggunaan lahan serta pemantauan lingkungan.

Ide Matikan 2G, Telkomsel Kritik Menkominfo




Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mewacanakan agar operator seluler segera mematikan jaringan 2G secara bertahap mulai 2017. Namun, Telkomsel menolak gagasan tersebut dengan beberapa catatan.
Dari seluruh operator seluler, Telkomsel menjadi pihak yang memiliki jumlah pelanggan 2G paling banyak. Dari jumlah 163 juta pelanggan, sekitar 65 persennya merupakan pelanggan 2G.
Vice President Technology and System Telkomsel, Ivan Cahya Permana mengatakan, untuk mematikan 2G tidak bisa dilakukan dengan mudah. Meski saat ini pengembangan layanan sudah mengarah ke 3G dan 4G.
“Pak Menteri (Rudiantara) katakan kan tahun 2019 jaringan 2G sudah beres (mati), tapi itu belum bisa,” ucap Ivan, ditemui di acara Energizing Economy Digital yang digelar Indotelko di Balai Sarbini, Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016.
Menurut Ivan, untuk mematikan 2G harus dilakukan secara matang dan itu diterapkan melalui peta jalan atau roadmap. Di samping itu, dilakukan juga edukasi dan sosialisasi kepada para pelanggan.
Ivan mengatakan, jika pemerintah ingin mengajak operator mematikan jaringan 2G, dia berpandangan tak hanya sekedar memerintah, namun lebih mengarah pada sosialisasi. Menurut Ivan, sosialisasi kepada masyarakat akan mematikan 2G dalam satu atau dua tahun ke depan, bisa memberi waktu kepada masyarakat beralih ke 3G atau 4G.
“Lakukan perencanaan dan percobaan dulu untuk mematikan 2G. Misalnya di Jakarta dulu karena rata-rata sudah memiliki ponsel yang modern. Kemudian, berlanjut ke daerah lainnya,” ujarnya menjelaskan.
Ivan kembali menegaskan, mematikan jaringan 2G itu tidak mudah, apalagi dilakukan dalam waktu dekat. Pernyataan itu dikatakan Ivan karena mengacu pada perpindahan TV analog ke digital yang telah molor bertahun-tahun.
"Enggak feasible dilakukan di 2019, karena butuh edukasi yang cukup. Belajar dari wacana pemerintah sudah lima tahun, masih belum bisa berpindah dari TV analog ke digital. Kalau analog dimatikan, masyarakat lebih banyak yang menggunakan antena UHF, kalau siaran dimatikan, masyarakat tidak bisa menonton. Demikian juga dengan jaringan 2G."

Indonesia Sederhanakan Penerbitan Sertifikasi Gadget


Indonesia resmi mengadopsi skema deklarasi kesesuaian atau declaration of conformity dalam proses evaluasi dokumen yang menjadi dasar penerbitan sertifikat. Skema tersebut merupakan Penyederhanaan Proses Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi Pesawat Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Iza mengatakan, perkembangan teknologi perangkat telekomunikasi pesawat telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet kemajuannya sangat cepat dan dinamis, sehingga perlu untuk memberikan percepatan layanan publik bidang sertifikasi alat dan/atau perangkat telekomunikasi.
Salah satu cara mengatasi laju tersebut, yakni mempercepat sertifikasi alat dan/atau perangkat telekomunikasi adalah dengan menerapkan skema deklarasi kesesuaian, dalam proses evaluasi dokumen yang menjadi dasar penerbitan sertifikat.
"Setelah memperoleh masukan akhir melalui konsultasi publik melalui laman Kementerian Kominfo mulai dari tanggal 7 sampai dengan 13 Desember 2016, Menteri Kominfo telah menyetujui Rancangan Peraturan Menteri Kominfo menjadi Peraturan Menteri tentang Sertifikasi Perangkat Telekomunikasi Pesawat Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet yang menetapkan sertifikasinya dengan evaluasi dokumen melalui declaration of conformity," ujar Noor dalam keterangan tertulisnya, Minggu 1 Januari 2017.
Dia mengatakan, banyak negara yang mengadopsi skema deklarasi yang berdasarkan ISO/IEC 17050, diterapkan kepada produk-produk yang memiliki risiko relatif rendah seperti komputer dan ISM Band Low Power Device/Short Range Device.
Selain itu, Noor mengungkapkan, ada juga negara yang menerapkannya pada pesawat telepon seluler karena jenis perangkat telekomunikasi ini teknologinya sudah dianggap terbukti memenuhi standar.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka Kementerian Kominfo bersama para pemangku kepentingan, terdiri dari para pabrikan berikut distributornya, balai uji, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Ditjen Bea dan Cukai, dan Badan Standardisasi Nasional membahas regulasi penerapan deklarasi tersebut untuk lingkup produk pesawat telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet.
Dalam Peraturan Menteri ini, pengajuan sertifikat dapat dilakukan oleh para pemegang merek, baik pemegang merek nasional, pemegang merek global, dan/atau pemegang merek non-global dengan kedudukan hukum sebagai berikut:
1. Pemegang merek yang berkedudukan hukum di wilayah Republik Indonesia;
2. Badan hukum di wilayah Republik Indonesia yang ditunjuk sebagai perwakilan atau distributor resmi oleh pemegang merek yang berkedudukan di luar wilayah Republik Indonesia; atau
3. Badan hukum di wilayah Republik Indonesia yang melakukan pembuatan alat dan/atau perangkat telekomunikasi untuk pemegang merek yang berkedudukan di luar wilayah Republik Indonesia.
Noor menjelaskan, pemegang merek dapat mengajukan sertifikasi dengan menyampaikan deklarasi tersebut atas hasil uji dari laboratorium yang mempunyai reputasi internasional, seperti yang diakui oleh Global Certification Forum (GCF) dan Cellular Telephone Industries Association (CTIA), dan hasil uji dari laboratorium terakreditasi lainnya yang telah mendapat penetapan dari Dirjen SDPPI.
"Untuk mengembangkan produk dalam negeri, pabrikan-pabrikan nasional yang mempunyai fasilitas pengujian sendiri juga dapat mengajukan sertifikasi melalui skema declaration of conformity menggunakan hasil uji yang dihasilkan oleh fasilitas pengujiannya yang belum terakreditasi setelah lulus supervisi Dirjen SDPPI."